Pemanfaatan Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) sebagai Sumber Belajar dan Penjaga Memori Kolektif Peradaban Sriwijaya

  • Yessy Ade Sagita Universitas Sriwijaya
  • Hudaidah Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Reza Pahlevi Universitas Sriwijaya
  • Alif Bahtiar Pamulaan Universitas Sriwijaya
Keywords: TWKS Museum, Sriwijaya, Learning Resources, Collective Memory, Cultural Preservation, History Learning

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemanfaatan Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) sebagai sumber belajar dan penjaga memori kolektif peradaban Sriwijaya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung terhadap koleksi museum, tata letak pameran, dan narasi informasi, penelitian ini menunjukkan bahwa TWKS memberikan pengalaman belajar kontekstual melalui pengkajian artefak dan bukti material. Proses ini memungkinkan peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir historis, analitis, dan interpretatif. Koleksi museum memvisualisasikan kejayaan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan maritim dan penyebaran agama Buddha, sehingga memperkuat pemahaman sejarah dan menumbuhkan identitas budaya lokal. Selain itu, museum berfungsi sebagai lembaga preservasi dengan melestarikan artefak dan menyajikan narasi sejarah yang terstruktur secara sistematis, yang membantu menjaga memori kolektif masyarakat tentang peradaban Sriwijaya. Meskipun memiliki potensi yang kuat sebagai media pendidikan sejarah nonformal, TWKS masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan fasilitas dan integrasi yang belum optimal dengan kurikulum sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan peran strategis TWKS dalam mendukung pembelajaran sejarah otentik dan pelestarian budaya, memastikan nilai-nilai dan warisan peradaban Sriwijaya tetap hidup dalam kesadaran publik.

References

Agus Susilo, Yusuf Budi, M. Ari Kuwoto, H. P. (2025). Pentingnya Kesadaran Sejarah dalam Membangun Identitas dan Karakter Bangsa. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 7(1).
Ariyani, A., Fajarwati, S., Agung, A., Wulandari, A., & Interior, D. (2023). MENGATASI TANTANGAN DALAM REKONSTRUKSI WARISAN BUDAYA : KONVERGENSI MUSEUM DIGITAL DAN FISIK DALAM RUANG HIBRIDA Pendahuluan Peradaban manusia mencerminkan adanya hubungan yang kompleks antara perubahan ruang , waktu , dan sejarah . Konsepsi kita tentang. JSRW (Jurnal Senirupa Warna), 11(2), 107–120.
Asmara, D. (2021). PERAN MUSEUM DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH. 2, 167–186.
Aulia, T., Fitriyanti, S., Syuzairi, M., & Mahadiansar, M. (2024). Implementasi Pendidikan Pancasila dalam Kegiatan Kunjungan Museum sebagai Upaya Penguatan Karakter di Kota Tanjungpinang. Khidmat: Journal of Community Service, 1(3), 153–168. https://doi.org/10.31629/khidmat.v1i3.7314
Berlian Susetyo, Sisca Arie Hanika, Muhammad Natarsyah, & Muhammad Wahayuni. (2025). Peran Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya Dalam Upaya Pelestarian Sejarah Dan Budaya Lokal Di Lubuk Linggau. PERIODE: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 7(1), 1–23. https://doi.org/10.21009/periode.071.2
Bunari Bunari, Rizki Ananda H, Yusninar Br. S, Muhammad Rafif, Asaroh Delawati, & Vini Agustine. (2025). Pelestarian Sejarah Lokal melalui Optimalisasi Fungsi Koleksi Museum : Pengabdian Masyarakat di Museum Sang Nila Utama. Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Transformasi Kesejahteraan, 2(1), 09–20. https://doi.org/10.62951/dinsos.v2i1.1352
Darme Made et al. (2024). Fajar Historia Museum Balaputra Dewa sebagai Sarana Pembelajaran Interaktif bagi. Fajar Historia Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 8(1), 78–92.
Faat, A. R. M., Syamsuri, S., & Sairin, M. (2023). Studi Pengelolaan Koleksi Manuskrip di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah. Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information, 2(1), 47–58. https://doi.org/10.24239/ikn.v2i1.2142
Fakhruddin, M., Darme, M., Andhifani, W. R., & Utami, L. S. (2024). Utilization Balaputra Dewa Museum as an Implementation of the Merdeka Curriculum for Learning History at SMAN 18 Palembang. Naditira Widya, 18(1), 49–64. https://doi.org/10.55981/nw.2024.3010
Febrian, A. N., & Hudaidah. (2025). Temuan keramik China sebagai bukti perdagangan maritim Kerajaan Sriwijaya dengan China. Candrasengkala: Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 11(1), 1–8.
Haris Arifudin Hassya & Ganda Febri Kurniawan. (2025). Museum-Based History Learning: Relics of the Pre-Literacy Period in Indonesia in Northern Java As a Learning Resource. Pendidikan Dan Humaniora, 9(4), 1283–1296. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.5646
Jannah, D. N., Kesuma, A. I., Wati, F. W., & Dewi, R. (2025). Mengenal Warisan Leluhur Lewat Museum : Upaya Membangun Kesadaran Budaya Generasi Muda. 03(01), 38–46.
Jarevsi, J., & Yusuf, H. (2025). Strategi Pelestarian Prasasti Bukit Siguntang dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata Sejarah Kerajaan Sriwijaya. Jurnal Artefak, 12(1), 59. https://doi.org/10.25157/ja.v12i1.18219
Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi Peran Museum sebagai Sumber Pelestarian Budaya dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah. SOSIOLOGI: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 197–202.
Nabillah, S., Sumitra, N. R., & Rohimah, I. (2024). Technological Revolution: Implementation Of Technology Museum In Creating Interactive Tourism By Era Society 5.0. Jurnal Pesona Pariwisata, 3(1), 26–32.
Posha, B. Y., & Yusnita, H. (2023). Peran Museum Sebagai Pusat Edukasi Dan Daya. BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services), 1(1), 46–58.
Wahyudi, A., Yulifar, L., & Saripudin, D. (2024). Ke Museum Pendidikan Nasional Upi Sebagai Sumber Belajar Sejarah. HISTORIA: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 7(2), 115–126.
Published
2025-12-28
How to Cite
Sagita, Y. A., Hudaidah, Pahlevi, M. R., & Pamulaan, A. B. (2025). Pemanfaatan Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) sebagai Sumber Belajar dan Penjaga Memori Kolektif Peradaban Sriwijaya. HEURISTIK: Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(2), 21-28. https://doi.org/10.31258/hjps.5.2.21-28
Section
Articles