Suksesi Kekuasaan Di Pemerintahan Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal 1950-1959
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses suksesi pemerintahan pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia. Demokrasi Liberal di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak Indonesia Merdeka, namun undang-undang yang ada belum mengatur sistem parlementer didalamnya. Secara umum Demokrasi Liberal di Indonesia dikenal sejak Undang-undang Dasar Sementara tahun 1950 berlaku. Pada saat Demokrasi Liberal berlangsung, terjadi 7 kali pergantian kabinet dalam kurun waktu 9 tahun. Pada 7 kali pergantian kabinet terdapat 6 orang yang pernah menjabat sebagai perdana menteri. Proses pergantian perdana menteri inilah yang menarik untuk di bahas karena dalam waktu yang singkat para perdana menteri yang ditunjuk harus mengelola negara yang masih muda seperti Indonesia. Perdana menteri yang terpilih pada saat itu diantaranya adalah Moh. Natsir, Sukiman Woryosanjoyo, Mr. Wilopo, Ali Sastroamijoyo, Burhanudin Harahap, dan Djuanda Kartawijaya. Secara garis besar pembahasan dalam penelitian ini akan membahas tentang (1) Proses berlangsungnya Demokrasi Liberal di Indonesia, (2) Proses berjalannya suksesi atau pergantian kekuasan di pemerintahan Indonesia saat Demokrasi Liberal, dan (3) Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli sebagai akhir dari Demokrasi Liberal di Indonesia.
Referensi
Aman, F. P. (2013). Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Masa Kabinet Djuanda 1957-1959. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1).
Arta, K.S. (2020). "Sistem Pemerintahan Demokrasi Liberal dan Tercapainya Pemilihan Umum I Pada Tahun 1955 di Indonesia." Widya Citra Vol I No 2 69-85.
Budiardjo, M. (2013). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Diapepin, Mukti. (2020). "Memulihkan Komunikasi Belajar dari Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Demokrasi Parlementer." Tathwir: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Volume 1 Tahun 2020 34-46.
Haris, S. (1994). Demokrasi di Indonesia: Gagasan dan Pengalaman. Jakarta: LP3ES.
Ibrahim. (1985). Dr. Soekiman Wirdjosandjojo: Hasil Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
MahfudMD, Moh. (2000). Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia: Studi tentang Interaksi Politik dan Kehidupan Ketatanegaraan. Jakarta: Rineka Cipta.
Moedjanto, G. (1988). Indonesia Abad ke-20 2: Dari Perang Kemerdekaan Pertama sampai PELITA III. Yogyakarta: Kanisius.
Mudjiono, Achmad. (2017). "Kabinet Burhanudin Harahap 1955-1956." Avatara Volume 5 No 3 Oktober 2017 686-700.
Noviati, Corra Elly. (2013). "Demokrasi dan Sistem Pemerintahan." Jurnal Konstitusi Volume 10 Nomor 2 Juni 2013 333-354.
Nufiar. (2019). Suksesi Kepemimpinan pada Masa Kesultanan Aceh: Analisis terhadap Peran Ulama dalam Politik Tahun 1604-1699 M. Banda Aceh: PT Bambu Kuning Utama.
Priyadi, S. (2013). Dasar-dasar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ricklefs, M.C. (2010). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.
Ridwan. (2021). Sejarah Hukum Tatanegara Indonesia. Bandarlampung: Pusaka Media.
Rusfiana, Y. & Nurdin, I. (2017). Dinamika Politik Kontemporer: Internasional dan Lokal dengan Hambatan dan Tantangan dalam Pencapaiannya. Bandung: Alfabeta.
Setiawan, J., Permatasari, W. I., & Kumalasari, D. (2018). Sistem ketatanegaraan Indonesia pada masa demokrasi liberal tahun 1950-1959. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 365-378.
Setyawan, A. B. (2017). DJUANDA KARTAWIDJAYA: DARI MENTERI HINGGA PERDANA MENTERI 1946-1959. Avatara, 5(2).
Suprapto, B. (1985). Perkembangan Kabinet dan Pemerintahan di Indonesia. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia.
Suwarno, P.J. (1993). Pancasila Budaya Bangsa Indonesia: Penelitian Pancasila dengan Pendekatan Historis, Filosofis, & Sosio-Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta: Kanisius.
Suwarno. (2012). Sejarah Politik Indonesia Modern. Yogyakarta: 2012.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##




